HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Kementan dan Komisi IV DPR Bersinergi Sejahterakan Petani

Tanaman Pangan
20 July 2020, 16:03
Kementan dan Komisi IV DPR Bersinergi Sejahterakan Petani
Jakarta, (CB) – Sudin, Ketua Komisi IV DPR RI didampingi Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi ikut panen raya jagung di atas seluas 250 hektar milik Kelompok Tani Maju, di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (20/7/2020).

Dikatakan Sudin, pemerintah saat ini terus menggalakkan program peningkatan produksi tanaman pangan. Maka, kunjungan kerja ini selain melakukan panen raya tapi yang lebih penting adalah untuk menampung semua permasalahan pertanian di lapangan sehingga Komisi IV DPR RI dapat bersinergi dengan Kementan guna mencari solusinya. “Saya dan juga Kementerian Pertanian serta pemerintah daerah tidak mau rakyat petaninya hidup di bawah kesehjahteraan. Jika hasil panen bagus, petani pasti memperoleh kecukupan dalam memenuhi kebutuhan. Tapi kalau hasilnya tidak bagus, ini bagaimana? Makanya, kami Komisi IV DPR RI mengambil terobosan walaupun tidak populer. Kami menyetop semua bibit yang tidak unggul. Karena kami semua anggota dewan menerima pengaduan dari petani mengenai bibit yang kurang baik,” terangnya.

Pada acara itu hadir Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan 12 Anggota Komisi IV DPR RI yakni Riezky Aprilia, Yohanis Fransiskus Lema, Ichsan Firdaus, H. T. A Khalid, Endro Hermono, Sulaimen L Hamzah, Abdullah Tuasikal, Muhtarom, Suhardi Duka, Muslim, Andi Akmal Pasluddin dan Johan Rosihan.

Ditambahkan Sudin, pihaknya tidak hanya mendorong pemerintah untuk menyalurkan bantuan bibit yang bagus, namun juga bantuan mesin pengering jagung sehingga petani menjual jagung dengan harga yang sangat menguntungkan. Pasalnya selama ini ketika panen raya petani menjual jagung dengan harga sedikit turun sehingga dalam menjamin peningkatan kesejahteraan petani, bantuan alat mesin pengering harus benar-benar diupayakan. “Petani tidak lagi menjual jagung dalam bentuk basah, kami bantu alat pengering dari pemerintah. Di sini ada Pak Dirjen Tanaman Pangan siap membantu dan untuk angkut hasil dari lokasi ke penjual kalau pakai motor roda 3 jauh lebih gampang. Ini akan menjadi perhatian kita juga,” katanya.

“Jadi Pak Dirjen, nanti dalam rapat tolong diundang pemain besar jagung, saya ingin meminta masukan kepada mereka. Kalau beli terlalu rendah berarti harus dihitung ulang lagi sebab harus dihitung berapa biaya yang dikeluarkan petani. Petani dan pedagang harus sama-sama untung,” tambahnya.

Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto mengapresiasi Komisi DPR RI bersama Kementan yang menaruh perhatian khusus pada peningkatan produksi jagung di Lampung Selatan. Ia menilai kunjungan kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementan ini dapat menaikkan semangat petani Lampung Selatan untuk terus menopang kebutuhan jagung secara nasional. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Ketua komisi IV DPR RI atas kunjungannya di Lampung Selatan, khususnya saat bersilaturahmi dengan petani jagung. Tentu saja kedatangan Pak Sudin dan rombongan memberikan semangat pada petani kami. Kami juga mengucapkan terima kasih atas berbagai macam bantuan yang diberikan pada kelompok tani,” ujar Nanang.

Dia menyebutkan hingga saat ini bantuan yang disalurkan Kementan bersama Komisi DPR RI di Kabupaten Lampung Selatan cukup banyak dan sangat meningkatkan hasil pertanian. Bantuan berupa alat mesin pertanian, benih maupun bantuan permodalan, khususnya petani jagung di Desa Margacatur, Kalianda Lampung Selatan. “Harapan kami tentunya, bantuan tidak berhenti sampai hari ini, hari-hari yang akan datang juga dapat terus memberikan bantuan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan,” papar Nanang.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya dan penanganan pasca panen. Bantuan dana kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Lampung hingga saat ini berjalan optimal, yakni Rp 1,2 triliun atau peringkat 4 terbesar di Indonesia. “Kabupaten Lampung Selatan merupakan kabupaten penyuplai bahan pokok terutama beras dan jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi wilayah Lampung bahkan di luar daerah. Jadi kami terus mendorong berbagai bantuan atau kemudahan untuk petani,” terang Suwandi.

Seperti diketahui, secara keseluruhan pada tahun 2019, seluas panen jagung Provinsi Lampung 317.833 hektar (ha) dengan produksi 2,2 juta ton pipilan kering dengan provitas mencapai 6,84 ton/ha. Lampung juga memiliki luas baku sawah 361.699 ha dan tahun 2019 panen padi mencapai 464.103 ha dengan produksi padi sebanyak 2,2 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 1,24 juta ton beras.

Dari seluruh areal pertanian di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan memberikan kontribusi luas tanam jagung untuk periode April – Juni 2020 seluas 50.620 ha Sementara untuk luas tanam padi pada periode yang sama yakni seluas 16.087 ha.

Dijelaskan Suwandi, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia secara mandiri. Jagung salah satu komoditas yang ditargetkan agar dapat dipenuhi sendiri untuk pakan ternak dan konsumsi dan agar petani jagung semakin sejahtera.

Selain itu, dia menyebut pula rata- rata produktivitas jagung lokal saat ini sekitar 6,4 ton per hektar. Kementan menargetkan produktivitas tersebut naik menjadi 8 hingga 9 ton per hektar dan kini Kementan memiliki banyak varietas yang potensinya 11 ton perhektar. “Untuk petani Lampung supaya bisa lebih semangat berproduksi, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa bantuan benih padi dan benih jagung, alat alat pasca panen, dan juga berbagai jenis alat pra panen serta bantuan permodalan terus ditingkatkan,” pungkasnya. RS
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
Tanaman Pangan Kementan Dorong Petani Tetap Produktif Manfaatkan Lahan Rawa dan Kering
Tanaman Pangan
03 September 2018, 15:38
Kementan Dorong Petani Tetap Produktif Manfaatkan Lahan Rawa dan Kering
“Sinar matahari pada musim kemarau cukup panjang sehingga cukup baik untuk fotosintesis. Proses pengeringan juga lebih mudah dan menghemat biaya. Selain hasil yang lebih bagus, serangan hama penyakit relatif berkurang".
Tanaman Pangan Amankan Produksi Kementan Kendalikan Organisme Pengganggu Tanaman Sejak Dini
Tanaman Pangan
09 October 2018, 13:07
Amankan Produksi, Kementan: Kendalikan Organisme Pengganggu Tanaman Sejak Dini
“Hingga saat ini petani masih terus melakukan pengamatan secara rutin yang dilakukan seminggu sekali. Pengamatan rutin menjadikan OPT tidak berkembang, sehingga panen bisa sukses".
Tanaman Pangan Panen Padi Melimpah Kementan Pastikan Petani dapat Berkah Saat Kemarau
Tanaman Pangan
10 October 2018, 12:14
Panen Padi Melimpah, Kementan Pastikan Petani dapat Berkah Saat Kemarau
"Dengan perkiraan kebutuhan beras dari Oktober hingga Desember yang mencapai sebesar 7,5 juta ton, maka kondisi ini masih cukup aman".
Tanaman Pangan Untuk Mendorong Produksi Tanaman Pangan Mutu Benih Perlu Ditingkatkan
Tanaman Pangan
25 October 2018, 13:58
Untuk Mendorong Produksi Tanaman Pangan, Mutu Benih Perlu Ditingkatkan
“Kita tidak boleh malu dan harus mau belajar apapun demi peningkatan produktivitas Komoditas Tanaman Pangan".