HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Kementan Perkuat Koordinasi untuk Mendukung Usaha Perunggasan Nasional yang Sehat

PKH
20 March 2019, 14:51
Kementan Perkuat Koordinasi untuk Mendukung Usaha Perunggasan Nasional yang Sehat
Jakarta, (CB) - Kementan terus memperkuat koordinasi untuk mendukung usaha perunggasan nasional yang sehat. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, (20/03).

I Ketut menjelaskan peran Kementerian Pertanian dalam menyikapi kondisi perunggasan akhir-akhir ini, khususnya terkait upaya meningkatkan harga ayam di tingkat peternak. Salah satu solusi dari sisi pakan adalah dengan memastikan ketersediaan pakan (komponen utamanya jagung) pada harga yang wajar.

Pernyataan tersebut disampaikan I Ketut pada saat melakukan rapat koordinasi perunggasan yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dan dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertanian yaitu dari Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, Ditjen PKH, dan Ditjen Tanaman Pangan, wakil dari perusahaan integrasi (Integrator), serta perwakilan peternak mandiri.

Di pertemuan selanjutnya Kementan juga mengundang komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Bareskrim, dan Satgas Pangan untuk mengawal dan memastikan berjalannya usaha perunggasan nasional yang sehat. “Kementerian Pertanian bersama stakeholder terus berkoordinasi untuk merumuskan langkah-langkah strategis menyelesaikan permasalahan perunggasan ini,” ujar I Ketut.

Harga Pakan Turun

Sejalan dengan berlangsungnya panen raya jagung pada bulan Februari-Maret 2019, kondisi di lapangan menunjukkan harga pakan telah berangsur-angsur turun. Hal ini direspons dengan baik oleh perusahaan pakan ternak (feedmill). Pemerintah terus menjembatani hasil panen jagung petani agar diserap oleh peternak, karena jagung untuk bahan pakan ternak merupakan komponen terbesar yang dibutuhkan oleh pabrik pakan skala besar (anggota GPMT), peternak ayam mandiri (self mixing) dan oleh pabrik pakan UMKM (termasuk pabrik pakan milik koperasi susu).

Menurut I Ketut, pakan sangat mempengaruhi efisiensi dalam budidaya ternak karena biaya budidaya ternak menempati porsi terbesar dari total biaya produksi yaitu 70 – 80%, sehingga pakan yang disediakan harus baik kualitasnya, cukup jumlahnya, dan harganya terjangkau.

Berdasarkan laporan dari beberapa pabrik pakan yang diterima oleh Kementerian Pertanian, pakan broiler harganya turun Rp. 100-300, dan pakan layer turun Rp. 150-300. "Kisaran harga pakan broiler saat ini Rp. 6.700-7.300, sedangkan untuk pakan layer dari Rp. 5.200-6.200", tegas I Ketut.

Berdasarkan perhitungan, produksi pakan GPMT tahun 2018 sebesar 19.4 juta ton sehingga dibutuhkan jagung 7, 8 juta ton, sedangkan kebutuhan jagung peternak self mixing sekitar 3 juta (rata-rata 250 ribu ton per bulan). Perkiraan kebutuhan jagung sebagai bahan pakan ternak pada tahun 2019 untuk GPMT adalah 8.28 juta ton dan untuk peternak mandiri sebesar 2,92 juta ton. Total kebutuhan sebesar 11,2 juta ton atau rata-rata 925 ribu ton/bulan.

Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto menyampaikan harapannya adanya kontinuitas pasokan jagung, utamanya pada saat musim kemarau. “Hal itu untuk menjamin tidak terjadi penurunan stock jagung yang berpotensi mempengaruhi fluktuasi harga pakan,” ungkap Desianto.

Pentingnya Pakan Ternak Bermutu Sesuai SNI

Untuk menjamin agar pakan yang dibuat memenuhi standar mutu dan keamanan pakan, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian No. 240/Kpts/OT.210/4/2013 tentang Pedoman Cara Pembuatan Pakan yang Baik.

Menurut I Ketut, pedoman Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) merupakan acuan bagi perorangan atau produsen pakan yang akan melakukan kegiatan pembuatan pakan.

Kebijakan pemerintah ini bertujuan untuk menjamin mutu dan keamanan pakan, dalam rangka melindungi konsumen dari kerugian akibat pakan yang dihasilkan bermutu rendah. Pakan yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Persyaratan Teknis Minimal (PTM), dapat mengakibatkan kerugian terhadap peternak karena produksi dan produktivitas ternak yang diharapkan tidak dapat tercapai secara optimal.

Oleh karena itu peran pemerintah dalam pengawasan sangat diperlukan dalam proses pembuatan pakan secara menyeluruh sebagai suatu sistem manajemen mutu yang dimulai dari pengadaan bahan pakan, penyiapan bahan pakan, penyimpanan bahan pakan, penggilingan, pencampuran, pembuatan pellet (pelleting), pengemasan, pelabelan, penyimpanan pakan dan pengeluaran pakan/ pendistribusian. Parameter yang dinilai pada CPPB meliputi: bahan pakan, lokasi, bangunan, personalia, higiene dan sanitasi, produksi pakan, pengawasan mutu, tata cara pengawasan dan pelayanan prima.

Lebih lanjut I Ketut, menambahkan penilaian CPPB sudah dimulai sejak tahun 2014 pada 68 pabrik pakan dan yang telah dinyatakan lulus baru sebanyak 52 pabrik pakan, ungkapnya.

Berdasarkan penilaian CPPB tersebut, dapat memberi informasi baik yang bersifat manajerial maupun teknis untuk perbaikan atau peningkatan mutu pakan yang diproduksi agar sesuai dengan persyaratan mutu dan keamanan pakan, sebagaimana telah ditetapkan dalam SNI pakan. "Melalui penilaian CPPB, pemerintah dapat melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap produsen pakan" terang I Ketut.

Selanjutnya untuk labelisasi dan peredaran pakan diatur dalam peraturan menteri pertanian Nomor 22/ Permentan/PK.110/6/2017 tentang pendaftaran dan peredaran pakan. Kebijakan tersebut bertujuan agar pakan yang beredar harus sudah memiliki Nomor Pendaftaran Pakan atau NPP. Pakan yg sudah ber-NPP telah dijamin mutu & keamanannya, sehingga ternak akan sehat dan aman dikonsumsi manusia. “Safe feed for safe food”pungkas I Ketut. RS
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
PKH Gerak Cepat Kementan Kendalikan Penyakit Rabies di NTT
PKH
04 September 2018, 17:47
Gerak Cepat Kementan Kendalikan Penyakit Rabies di NTT
“Saya yakin apabila semua aparat di daerah melaksanakan secara konsisten strategi teknis pengendalian rabies, dan protokol penangan kasus gigitan HPR dilaksanakan, maka kasus rabies dapat ditekan dan risiko terjadinya rabies pada manusia dapat kita minimalisir".
PKH Ekspor Bibit Ayam Petelur ke Timor Leste Peternak Indonesia Sumbang Devisa
PKH
06 September 2018, 17:58
Ekspor Bibit Ayam Petelur ke Timor Leste, Peternak Indonesia Sumbang Devisa
“Industri peternakan kita telah bangkit kembali, pastikan tidak ada penyakit asal luar negeri yang dapat mengancam lagi".
PKH Lewat Program Bekerja Kementan Semangat Beternak di Lampung Selatan Meningkat
PKH
15 September 2018, 13:28
Lewat Program Bekerja Kementan, Semangat Beternak di Lampung Selatan Meningkat
Dulu kalau anak-anak mau makan telur, kadang sulit karena tidak bisa beli, tapi sekarang sudah punya banyak".
PKH Sistem Kesehatan Hewan Indonesia Terbaik se Asia
PKH
18 September 2018, 17:55
Sistem Kesehatan Hewan Indonesia Terbaik se Asia
"Hal ini telah menjadi prioritas pemerintah Republik Indonesia untuk mengendalikan penyakit, serta meningkatkan produksi ternak domestik untuk memastikan keamanan pangan dan menstabilkan harga pasar untuk produk ternak".