HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Produk Olahan Pangan Sehat Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Balitbangtan
29 July 2020, 14:32
Produk Olahan Pangan Sehat Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Bogor, (CB) - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada hampir semua negara di dunia. Salah satu kendala yang dihadapi bersama adalah belum adanya obat untuk menangkal virus tersebut. Saat ini, “obat termujarab” adalah pangan sehat yang mampu membuat tubuh tetap fit sehingga memiliki imunitas atau daya tahan yang baik untuk melawan pathogen yang menyerang.

Hal tersebut disampaikan Haris Syahbuddin, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat membacakan keynote speech Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry dalam Webinar bertema “Menu Sehat Menunjang Kesehatan Masyarakat Menuju Era Industri Pangan” Bogor, Selasa (28/7/2020).

Kepala Balitbangtan mengatakan Kementerian Pertanian sangat concern terhadap isu pangan, terutama dalam hal pola makan sehat, dan juga hal - hal yang terkait dengan food loss dan food waste. Akhir-akhir ini terlihat kecenderungan perubahan pola konsumsi pangan, terutama pada generasi milenial, generasi Z, dan generasi seterusnya. Terjadi peningkatan yang signifikan pada permintaan makanan siap saji akibat perubahan preferensi produk olahan pangan. Generasi ini memilih pangan yang praktis, instan, dan terjangkau baik akses maupun harganya.

Melihat permasalahan ini Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam rangkaian acara Healthy Street Food Festival akhir tahun lalu menyampaikan perlunya pemikiran dan kerja keras semua pihak, termasuk komitmen generasi milenial untuk menghadirkan solusi yang terjangkau dalam menerapkan pola pangan sehat di masyarakat. Menteri Syahrul juga mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku konsumsi menjadi lebih bijak, lebih sehat dan tidak membuang makanan.

Pangan sehat, lezat dan berserat, lanjutnya, harus menjadi panduan dalam perakitan teknologi olahan pangan ke depan, agar generasi mendatang tetap terjaga imunitas tubuhnya dengan asupan gizi yang seimbang dari produk olahan pangan yang dikonsumsinya. “Bahan baku produk olahan pangan yang diperoleh dari hasil panen proses budidaya agar bisa diterima kalangan industri haruslah terjaga kontinyuitas, kualitas, dan kapasitasnya. Kalau kontinyuitas dan kualitas sudah terjamin, maka kalangan industri tidak ragu lagi akan meningkatkan kapasitas produksi bersumber bahan baku tersebut,” terangnya.

Karena itu, peran litbang sangat strategis di ke semua lini proses tersebut. Dari teknologi perakitan varietas yang dikehendaki kalangan industri, teknologi budidaya agar efisien biaya dan optimal panen, prosesing panen dan pascapanen, hingga teknologi pengolahan menjadi produk siap saji bahkan produk siap santap diperlukan guna memenuhi selera dan preferensi konsumen dan permintaan pasar.

Bertolak dari kondisi tersebut, terangnya, litbang khususnya tanaman pangan harus bergerak dengan model “double track” atau berperan ganda, yaitu pemenuhan pangan untuk publik dan kebutuhan industri. Untuk mencapai output tersebut, litbang pertanian harus menjalankan kegiatan risetnya secara kolaboratif dan inovatif. “Kerjasama segenap stake holder harus dijalin dengan baik, sehingga kerja yang dilaksanakan secara multidisiplin dan multimitra bisa berlangsung dengan lancar. Sinergi dengan kalangan industri harus dilakukan sejak awal, saat produk dirancang, karena merekalah yang nantinya akan memanfaatkan hasil litbang tanaman pangan untuk menghasilkan produk-produk olahan pangan yang dikehendaki pasar atau dimaui konsumen,” tuturnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan saat ini banyak negara maju yang mengembangkan natural food. Indonesia memiliki banyak sekali tanaman pangan yang bisa dihasilkan untuk natural food dan bernilai tambah. “Di dunia industri dan masyarakat, nilai tambah menjadi penting karena ada story, penanganan secara teknologi dan branding sehingga kadang dari tanaman yang murah bisa dijual mahal dengan nilai tambah yang baik misalnya jamu-jamuan,” terangnya.

Menurut Adhi, sekarang orang lebih mementingkan food safety dan instagramable, serta health benefit yang jelas. Rekomendasi health benefit ini harus terus dikembangkan.

Di Indonesia sudah banyak produk pangan olahan yang diproduksi untuk menjaga kesehatan secara natural. “Ini menjadi peluang bagi Indonesia bagaimana mengembangkan tanaman-tanaman pangan yang bisa dikembangkan untuk kebutuhan industri pangan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih mengatakan bahwa Kementerian Pertanian memiliki peran stategis dalam menciptakan ketahanan pangan di Indonesia. Sebab, indikator sebuah ketahanan bangsa atau negara itu sangat berkaitan pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.

Di tengah pandemi Covid-19, ketidakmampuan untuk mengonsumsi makanan bergizi relatif meningkat. Karena itu, Faqih berharap Kementerian Pertanian mendorong dan menggerakkan masyarakat agar tidak hanya menanam tanaman yang menghasilkan karbohidrat, tapi juga umbi-umbian, kacang-kacangan, serta tanaman lain yang bisa konsumsi untuk mengurangi efek dari persoalan Covid-19.

“Sebab dalam gizi seimbang ada lima unsur penting yang harus dikonsumsi yaitu unsur yang mengandung kalori, lemak, protein, vitamin dan mineral, serta air. Kalau orang kekurangan asupan makanan bergizi maka daya tahan tubuhnya akan kurang,” terangnya.

Webinar ini diikuti peserta dari kalangan industri, civitas akademika, peneliti, penyuluh, pemerhati pertanian, petani, dan masyarakat pada umumnya. Red
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
Balitbangtan Manfaatkan Teknologi Hasil Panen Petani NTB Meningkat di Musim Kering
Balitbangtan
09 September 2018, 11:03
Manfaatkan Teknologi, Hasil Panen Petani NTB Meningkat di Musim Kering
“Beberapa teknologi seperti jenis padi, metode tanam, dan pupuk biosilika termasuk baru di sini, tapi karena ada pembinaan dari Balitbangtan maka hasilnya pun maksimal".
Balitbangtan Terapkan Sistem Tanam Culik  Produktivitas Petani Gunung Kidul Meningkat
Balitbangtan
09 September 2018, 15:08
Terapkan Sistem Tanam “Culik” , Produktivitas Petani Gunung Kidul Meningkat
“Penyemaian padi dilakukan sebelum panen, istilahnya menculik waktu sehingga 7 sampai 20 hari setelah panen, padi langsung ditanam, jadi pada saat berbunga masih ada hujan".
Balitbangtan Petani Siap Adopsi Teknologi Bujangseta
Balitbangtan
14 September 2018, 13:25
Petani Siap Adopsi Teknologi Bujangseta
Adanya Bujangseta diharapkan mampu merubah masa panen sehingga tidak menumpuk di bulan tertentu untuk menghindari jatuhnya harga.
Balitbangtan Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi di Karawang
Balitbangtan
17 September 2018, 15:40
Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi di Karawang
"Keberhasilan model pertanian korporasi di Karawang diharapkan menjadi tempat pembelajaran kawasan-kawasan lainnya di Indonesia dalam membangun pertanian modern berbasis korporasi".