HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Indonesia Butuh Peran Pakar Agar Pertanian Tetap Tangguh

Balitbangtan
17 September 2020, 08:18
Indonesia Butuh Peran Pakar Agar Pertanian Tetap Tangguh
Jakarta, (CB) - Sektor pertanian membutuhkan peran para peneliti dan pakar dalam bidang tanah, lahan dan iklim. Kontribusi mereka sangat penting dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Demikian keterangan tertulis Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo dalam pembukaan seminar internasional pengelolaan lahan tropis yang berkelanjutan 2020 yang digelar secara virtual, Rabu, (16/9/2020). "Dunia mengalami degradasi lahan dan terkena dampak perubahan iklim sehingga butuh solusi dari para pakar agar pertanian tetap tangguh," terangnya.

Para pakar pertanian, menurut Syahrul, juga patut berbangga dan bersyukur karena sektor pertanian telah membuktikan lebih tangguh di tengah gempuran pandemik Covid-19. "Banyak negara masuk ke jurang resesi yang dalam. Perekonomian Indonesia juga ikut melemah, tetapi sektor pertanian tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,19%," katanya.

Sehingga Para pakar dibutuhkan karena sejumlah tantangan masih dihadapi Indonesia. “Sebut saja perubahan iklim telah meningkatkan ketidakpastian prediksi iklim dan curah hujan yang berdampak pada perubahan waktu tanam,” paparnya.

Meningkatnya permukaan air laut, tambah Syahrul, juga telah menyebabkan resiko salinitas tanah meningkat. Beberapa daerah melaporkan peningkatan banjir rob dan penyempitan garis pantai. "Indonesia membutuhkan kontribusi dari para pakar untuk mengatasi persoalan tersebut," ujarnya.

Sebagai negara tropis yang wilayahnya sebagian besar berombak hingga bergunung, lanjutnya, Indonesia juga mengalami laju degradasi lahan yang tinggi. "Curah hujan dan suhu tinggi menyebabkan proses erosi, dekomposisi, pelapukan dan pemasaman tanah berjalan sangat cepat," terangnya.

Bahkan penggunaan pupuk anorganik secara massif dan intensif, tambahnya lagi, sejak revolusi hijau ternyata bukan tindakan solutif. “Kandungan bahan organik di dalam tanah cepat terkuras, menyebabkan tanah menjadi keras, akar sulit bernafas, biji sulit menjadi bernas,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengakui persoalan pertanian tropis hanya dapat diatasi dengan inovasi teknologi dari para pakar dan praktisi yang bergelut langsung di lapangan. "Praktisi pertanian dapat memberikan umpan balik agar inovasi teknologi para pakar sesuai dengan kebutuhan pertanian tropis," kata Fadjry. “Sebaliknya para pakar dapat mendiagnosis persoalan-persoalan yang dihadapi di lapangan”.

Seminar terebut dihadiri sejumlah pakar ilmu tanah internasional seperti Prof. Takashi Kosaki, President of The International Union of Soil Sciences dari Jepang. Hadir pula Prof. Budiman Minasny, ahli digital soil mapping dari Universitas Sydney, Australia.

Pakar dari Indonesia hadir Prof. Budi Mulyanto, Ketua Umum Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI). "Lebih dari 200 pakar berdiskusi di forum ini dengan peserta lebih dari 515 orang dari berbagai negara," terang Dr. Setiari Marwanto, peneliti dari Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor, yang juga ketua panitia seminar.

Konferensi tersebut akan berlangsung selama 3 hari, sejak Rabu-Jum'at, 16-18 September 2020. "Event ini akan menjadi agenda 2 tahunan para pakar ilmu tanah, lahan, dan iklim," kata Setiari.

Menurut Prof. Takashi Kosaki, kesadaran masyarakat atas pentingnya tanah dalam menopang pertanian dan lingkungan yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan mengenalkan tanah kepada anak-anak usia dini di sekolah dasar. "Sampaikan kepada anak-anak dengan bahasa dan percobaan sederhana," kata Takashi.

Takashi memberi contoh bahwa anak-anak dapat dikenalkan tanah dapat menyerap polusi lingkungan. "Caranya sederhana, tunjukkan tanah dapat menyerap warna tinta atau bau di sekolah," ujarnya. RS
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
Balitbangtan Manfaatkan Teknologi Hasil Panen Petani NTB Meningkat di Musim Kering
Balitbangtan
09 September 2018, 11:03
Manfaatkan Teknologi, Hasil Panen Petani NTB Meningkat di Musim Kering
“Beberapa teknologi seperti jenis padi, metode tanam, dan pupuk biosilika termasuk baru di sini, tapi karena ada pembinaan dari Balitbangtan maka hasilnya pun maksimal".
Balitbangtan Terapkan Sistem Tanam Culik  Produktivitas Petani Gunung Kidul Meningkat
Balitbangtan
09 September 2018, 15:08
Terapkan Sistem Tanam “Culik” , Produktivitas Petani Gunung Kidul Meningkat
“Penyemaian padi dilakukan sebelum panen, istilahnya menculik waktu sehingga 7 sampai 20 hari setelah panen, padi langsung ditanam, jadi pada saat berbunga masih ada hujan".
Balitbangtan Petani Siap Adopsi Teknologi Bujangseta
Balitbangtan
14 September 2018, 13:25
Petani Siap Adopsi Teknologi Bujangseta
Adanya Bujangseta diharapkan mampu merubah masa panen sehingga tidak menumpuk di bulan tertentu untuk menghindari jatuhnya harga.
Balitbangtan Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi di Karawang
Balitbangtan
17 September 2018, 15:40
Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi di Karawang
"Keberhasilan model pertanian korporasi di Karawang diharapkan menjadi tempat pembelajaran kawasan-kawasan lainnya di Indonesia dalam membangun pertanian modern berbasis korporasi".