HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Tampil di Pameran COTECA 2018, Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 14,6 Juta

PERDAGANGAN
19 October 2018, 19:05
Tampil di Pameran COTECA 2018, Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 14,6 Juta
Hamburg, (CB) - Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg kembali berpartisipasi pada pameran Coffee, Tea, and Cocoa (COTECA) 2018. Ini merupakan keikutsertaan Indonesia yang kelima kalinya sejak tahun 2010.

Dikutip dari website Kementerian Perdagangan, pameran yang digelar di Hamburg Messe, Hamburg, Jerman pada 10—12 Oktober 2018 ini, Indonesia meraih transaksi potensial sebesar USD 14,6 juta.

Pada pameran ini, Paviliun Indonesia dikunjungi sekitar 500 pengunjung yang berasal dari 36 negara. Pengunjung paviliun tersebut berasal dari Jerman, Spanyol, Kenya, Austria, Nepal, Britania Raya, China, Belanda, Ukrania, Korea Selatan, Israel, Swiss, Rumania, Taiwan, Italia, Singapura, Nairobi, Lithuania, Denmark, Swedia, Polandia, Iran, India, Peru, Jepang, Nikaragua, Arab Saudi, El-Salvador, Aljazair, Bulgaria, Maroko, Prancis, Kamerun, Afghanistan, Honduras, serta diaspora Indonesia yang berada di Uni Eropa. “Banyaknya pengunjung dan permintaan prospektif Ini membuktikan kemampuan Indonesia sebagai salah satu penghasil serta pengekspor produk pertanian kopi, teh, dan kakao yang digemari pasar Jerman khususnya dan pasar Eropa umumnya,” ungkap Kepala ITPC Hamburg Risnawaty.

Pada pameran COTECA ini, Paviliun Indonesia berdiri di atas lahan seluas 91 m² dan mengangkat tema “Trade with Remarkable Indonesia dan Remarkable Indonesian Coffee”. Paviliun Indonesia menampilkan produk kopi, kakao, teh, dan produk organik dengan jumlah peserta sebanyak tujuh perusahaan, yaitu PT Shriya Artha Nusantara, PT Perkebunan Nusantara VIII, Mutigo, DPKUKM Kabupaten Cilacap, PT Cahaya Anugerah Pertiwi, PT Mitra Kerinci, dan Intana Grafinusa.

Produk kopi khas Indonesia yang ditampilkan di antaranya adalah kopi arabica bogor, arabica gayo, arabica garut, arabica toraja, arabica bajawa, arabica mamasa, arabica bajawa, arabica prau, robusta bogor, robusta cilacap, dan robusta temanggung. Sedangkan untuk produk teh, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai macam jenis teh seperti teh hitam, teh hijau, dan teh putih. Selain itu, ditampilkan juga teh yang diracik dengan tanaman lain seperti teh pandan, teh jahe, cranberry sunrise, serta everyday detox.

Selain pameran, Paviliun Indonesia juga mengadakan kegiatan cicip kopi dan cicip teh selama pameran berlangsung. Pada acara tersebut, pengunjung yang datang ke pameran antusias untuk mencoba produk teh dan kopi dari Indonesia. “Diharapkan melalui pameran COTECA ini produk kopi, teh, dan kakao Indonesia semakin dikenal dan digemari masyarakat Uni Eropa, khususnya Jerman sehingga dapat meningkatkan ekspor produk tersebut,“ pungkas Risnawaty. Red
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
PERDAGANGAN Mendag Enggar Terima Gelar Doktor Kehormatan Bidang Kewirausahaan dari UPI
PERDAGANGAN
18 October 2018, 18:31
Mendag Enggar Terima Gelar Doktor Kehormatan
Bidang Kewirausahaan dari UPI
"Usaha akan maju jika mengedepankan upaya memberdayakan orang-orang di sekitar kita dan membangun pola kemitraan, baik dengan pengusaha lokal atau usaha kecil dan menengah (UKM)".
PERDAGANGAN Indonesia Raup Transaksi USD 11 Juta di Saudi Agrofood
PERDAGANGAN
19 October 2018, 18:01
Indonesia Raup Transaksi USD 11 Juta di Saudi Agrofood
"Indonesia merupakan satu-satunya negara di wilayah Asia yang mengikuti pameran. Sedangkan peserta lainnya berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika".
PERDAGANGAN Tampil di Pameran COTECA 2018 Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 146 Juta
PERDAGANGAN
19 October 2018, 19:05
Tampil di Pameran COTECA 2018, Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 14,6 Juta
“Diharapkan melalui pameran COTECA ini produk kopi, teh, dan kakao Indonesia semakin dikenal dan digemari masyarakat Uni Eropa, khususnya Jerman sehingga dapat meningkatkan ekspor produk tersebut".
PERDAGANGAN Kemendag Gandeng TNI Perkuat Pengamanan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen di Perbatasan
PERDAGANGAN
23 October 2018, 16:26
Kemendag Gandeng TNI Perkuat Pengamanan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen di Perbatasan
“Dengan kerja sama pengamanan di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen ini diharapkan peredaran barang dan jasa yang tidak sesuai ketentuan dapat diminimalisasi, perlindungan konsumen dapat segera terwujud, kegiatan perdagangan dapat berjalan dengan baik, serta kepastian hukum kepada pelaku usaha menjadi lebih tegas".