HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Raker Kemendag 2019: Dorong Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing

PERDAGANGAN
12 March 2019, 14:08
Raker Kemendag 2019: Dorong Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing
Tangerang, (CB) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan Kementerian Perdagangan siap menghadapi berbagai tantangan global dan domestik yang akan memengaruhi kinerja perdagangan saat ini. Untuk itu, penting bagi Kemendag meningkatkan perdagangan yang bernilai tambah dan berdaya saing di tingkat global guna mencapai target kinerja sektor perdagangan di tahun 2019.

Rapat Kerja Kemendag tahun 2019 mengusung tema “Meningkatkan Perdagangan Bernilai Tambah dan Berdaya Saing” dan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo. Raker Kemendag tahun 2019 akan berlangsung pada 12—13 Maret 2019 dan dihadiri 422 peserta yang terdiri atas Pejabat Eselon I, II, dan III Kemendag, para perwakilan perdagangan di luar negeri, para kepala dinas provinsi yang membidangi perdagangan, serta pelaku usaha. “Raker tahun ini akan menekankan pada upaya menjalin sinergitas antar kementerian/lembaga, pemda, dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah-langkah pencapaian target kinerja Kemendag di tahun 2019. Dengan tema yang diusung tahun ini, kami ingin mewujudkan cita-cita Indonesia agar menjadi lebih unggul dan berdaya saing dalam persaingan global,” ujar Mendag pada Pembukaan Raker Kemendag tahun 2019 di Tangerang, Selasa, (12/3).

Target kinerja sektor perdagangan tahun 2019 yaitu menjaga tingkat inflasi pada angka 3,5 persen, meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen, dan membangun/merevitalisasi 1.037 pasar rakyat. Untuk itu, lanjut Mendag, agar dapat unggul dan berdaya saing di kancah global, Raker Kemendag 2019 akan membahas lebih mendalam berbagai upaya yang telah dijalankan selama ini untuk mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing perdagangan Indonesia, yaitu dengan optimalisasi distribusi perdagangan, optimalisasi peran ekonomi digital, dan pengembangan perdagangan luar negeri terpadu.

Optimalisasi distribusi perdagangan dilakukan dengan membangun/merevitalisasi 5.000 pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik; memanfaatkan gerai maritim untuk menurunkan disparitas harga dan dapat menjangkau daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan; serta menjadikan sistem resi gudang menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok dan mendorong kinerja ekspor komoditas. Selain itu, unit metrologi legal harus mendorong standardisasi sarana perdagangan agar sektor perdagangan semakin berkualitas dan berdaya saing.

Optimalisasi peran ekonomi digital dilakukan dengan mendorong peningkatan produk UMKM Indonesia memasuki laman pemasaran (marketplace) lokal. Pertumbuhan nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia tumbuh 49 persen per tahun pada periode 2015—2018 dan nilainya mencapai USD 27 miliar pada 2018. Diprediksi, nilainya akan menjadi USD 130 miliar pada 2020 dengan jumlah pembeli mencapai 65 juta orang. Sementara berdasarkan survei IdEA, baru sekitar 16 persen UMKM memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce). “Daya saing digital Indonesia masih perlu ditingkatkan. Produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di platform niaga elektronik lokal,” tegas Mendag.

Sedangkan, pengembangan perdagangan luar negeri terpadu akan berkontribusi pada peningkatan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global (global value chain/GVC). Mendag menekankan bahwa fokus pemilihan industri menjadi kunci penting bagi peningkatan ekspor produk bernilai tambah. Saat ini Indonesia masih bergantung pada ekspor produk agrikultur dan barang tambang yang sedikit memberikan nilai tambah. Sementara itu, perjanjian dan kerja sama perdagangan juga harus ditingkakan karena terbukti meningkatkan nilai ekspor nonmigas. “Untuk itu, kita akan mendorong promosi ekspor terpadu, dimana kegiatan promosi ekspor tidak lagi terpisah, namun terintegrasi dengan perundingan kerja sama perdagangan dan pengamanan perdagangan,” tegas Mendag.

Kinerja dan Implementasi Mandat

Mendag menyampaikan, Kemendag telah mengimplementasikan arahan Presiden RI pada Raker Kemendag 2018 untuk membuka pasar-pasar baru dan mengevaluasi perwakilan perdagangan di luar negeri, antara lain dengan menutup kantor perwakilan perdagangan di Lyon, Prancis, dan Kopenhagen, Denmark, dan membuka di Shanghai, China, dan Hanoi, Vietnam.

“Kami telah mereorientasi tugas para pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri agar bertindak bukan hanya sebagai agen pemerintah, tetapi juga berperan sebagai agen bisnis atau agen pemasaran. Guna meningkatkan akses pasar, rencananya pejabat perwakilan juga akan ditugaskan di Turki dan Pakistan, dan mereposisi pejabat perwakilan di India,” jelas Mendag.

Adapun upaya perluasan akses pasar dilakukan dengan telah dilaksanakannya misi dagang ke India, Pakistan, Selandia Baru, Taiwan, Bangladesh, Tunisia, Maroko, Arab Saudi, ljazair, Spanyol, Swiss, China, dan Amerika Serikat. Misi dagang yang sekaligus menjadi strategi memperkuat neraca perdagangan ini sukses mencatatkan transaksi USD 14,79 miliar atau setara Rp207,06 triliun.

Pada pembukaan raker tersebut, Mendag juga melaporkan bahwa Kemendag sepanjang 2018 telah berhasil meraih beberapa capaian dalam implementasi mandat yang diamanatkan Presiden RI. Kemendag telah menstabilkan harga barang kebutuhan pokok, terbukti dengan inflasi 2018 yang cukup rendah sebesar 3,13 persen. Angka inflasi bahan makanan 2018 juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 0,46 persen menjadi 0,29 persen; dan menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir.

Total ekspor Indonesia pada 2018 yang mencapai USD 180,06 miliar juga meningkat 6,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 6,25 persen (YoY). Capaian tersebut memenuhi target rencana kerja pemerintah (RKP) sebesar 5,0—7,0 persen. Selain itu, Kemendag telah membangun/merevitalisasi 4.211 unit pasar rakyat selama 2015—2019 dan melakukan pelatihan manajemen pengelola pasar. Selama periode tersebut, terdapat kenaikan omzet rata-rata sebesar 24,4 persen pada pasar yang direvitalisasi.

Pada pembukaan Raker Kemendag 2019 ini, Presiden RI juga berkesempatan meresmikan pasar rakyat yang telah dibangun/direvitalisasi Kemendag dan menyaksikan penganugerahan Pasar Rakyat Award.

Raker Kemendag 2019 ini juga akan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Kepala BKPM dan Anggota-II BPK, serta CEO dari dunia usaha sebagai pembicara. “Para Menteri dan pimpinan Lembaga tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan sinergitas agar kebijakan dan peraturan yang ditetapkan segenap pejabat di Kemendag menjadi lebih komprehensif dan berkesinambungan,” pungkas Mendag. Sor
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
PERDAGANGAN Mendag Enggar Terima Gelar Doktor Kehormatan Bidang Kewirausahaan dari UPI
PERDAGANGAN
18 October 2018, 18:31
Mendag Enggar Terima Gelar Doktor Kehormatan
Bidang Kewirausahaan dari UPI
"Usaha akan maju jika mengedepankan upaya memberdayakan orang-orang di sekitar kita dan membangun pola kemitraan, baik dengan pengusaha lokal atau usaha kecil dan menengah (UKM)".
PERDAGANGAN Indonesia Raup Transaksi USD 11 Juta di Saudi Agrofood
PERDAGANGAN
19 October 2018, 18:01
Indonesia Raup Transaksi USD 11 Juta di Saudi Agrofood
"Indonesia merupakan satu-satunya negara di wilayah Asia yang mengikuti pameran. Sedangkan peserta lainnya berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika".
PERDAGANGAN Tampil di Pameran COTECA 2018 Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 146 Juta
PERDAGANGAN
19 October 2018, 19:05
Tampil di Pameran COTECA 2018, Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 14,6 Juta
“Diharapkan melalui pameran COTECA ini produk kopi, teh, dan kakao Indonesia semakin dikenal dan digemari masyarakat Uni Eropa, khususnya Jerman sehingga dapat meningkatkan ekspor produk tersebut".
PERDAGANGAN Kemendag Gandeng TNI Perkuat Pengamanan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen di Perbatasan
PERDAGANGAN
23 October 2018, 16:26
Kemendag Gandeng TNI Perkuat Pengamanan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen di Perbatasan
“Dengan kerja sama pengamanan di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen ini diharapkan peredaran barang dan jasa yang tidak sesuai ketentuan dapat diminimalisasi, perlindungan konsumen dapat segera terwujud, kegiatan perdagangan dapat berjalan dengan baik, serta kepastian hukum kepada pelaku usaha menjadi lebih tegas".