HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo

LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
18 October 2018, 15:35
Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
Jakarta, (CB) - Adanya laporan titik panas di Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang pada 9 Oktober 2018, membuat petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 23 Argopuro segera mengidentifikasi titik-titik tersebut. Mayoritas titik panas berkumpul pada 3 blok yakni Cisentor, Gunung Pandu dan Gunung Semen.

Setelah melakukan persiapan peralatan dan logistik, dikutip dari website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tim yang terdiri atas Personil RKW 23 Argopuro, Bakti Rimbawan, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan Masyarak Peduli Api (MPA) Baderan segera menuju lokasi titik panas. Butuh waktu 2 hari berjalan kaki dari pondok kerja di Baderan menuju lokasi.

Tim memutuskan untuk mendirikan camp di Savana Gunung Jambangan, dengan pertimbangan faktor kemanan jika kebakaran meluas dan mudah untuk memantau ke lokasi yang terbakar. Di titik tersebut tim dapat berdiskusi dan memutuskan mengenai rencana kegiatan pemadaman kebakaran yang akan dilakukan sembari memantau pergerakan api.

Lokasi kebakaran di Gunung Semen berada pada lereng dengan medan yang terjal dan sulit dijangkau. Angin yang kencang membuat api cepat merambat. Tim mengalami kesulitan untuk memadamkan api secara langsung, karena medan yang berat dan tidak adanya sumber air yang dekat. Dengan pertimbangan tersebut, tim memutuskan untuk membuat sekat bakar, dengan harapan dapat meminimalisir pergerakan api agar tidak menjalar dan meluas.

Tim juga melakukan mow up dengan menggunakan jet shooter pada batang pohon yang masih terdapat bara api dan asap. Hal ini dillakukan agar bara tersebut tidak menjadi pemicu kembali ketika tertiup angin. Semak-semak yang berada di dekat kayu yang menyisakan bara juga dibersihan agar tidak tersulut api kembali.

Pada saat tim melakukan pergeseran menuju titik kebakaran yang lain, salah satu anggota mengalami cedera luka bakar. Tim yang bergerak melalui lahan bekas kebakaran terperosok ke tanah bekas kebakaran. Tanah panas yang masuk ke dalam sepatu membuat sebagian kaki luka bakar pada pergelangan dan telapak kakinya.

Api masih merambat dari titik sebelumnya yang berada di gunung semen dan lerengnya terlihat mengarah ke savana Sikasur. Hutan yang terbakar berada di sisi barat savana serta atas Sikasur dan mengarah ke savana Alun Alun Kecil yang berada di atas Sikasur. Pemadaman api terus dilakukan pada beberapa savana tersebut.

Setelah berjibaku selama 6 hari, akhirnya api dapat dipadamkan pada 17 Oktober 2018. Dan estimasi luas hutan yang terbakar kurang lebih 50 hektar dengan tegakan mayoritas berupa cemara gunung (Casuarina junghuniana).

Dugaan penyebab kebakaran adalah adanya perburuan liar di kawasan yang lebih dikenal dengan Gunung Argopuro tersebut. Hal ini diperkuat dengan ditemukan bekas camp dan api unggun di lokasi.

“Kemungkinan mereka melalui jalan tikus, karena kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang ditutup sejak 10 Agustus 2018,” ujar Mamat Ruhimat, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo, Jawa Timur. red
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
18 October 2018, 15:35
Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
Setelah berjibaku selama 6 hari, akhirnya api dapat dipadamkan pada 17 Oktober 2018. Dan estimasi luas hutan yang terbakar kurang lebih 50 hektar dengan tegakan mayoritas berupa cemara gunung (Casuarina junghuniana).
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Manggala Agni Bantu Penanganan Bencana di Palu Donggala dan Sigi
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
19 October 2018, 19:31
Manggala Agni Bantu Penanganan Bencana di Palu, Donggala, dan Sigi
“Manggala Agni bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat dalam melakukan distribusi bahan makanan ke posko-posko pengungsian di Desa Sada Unta, Lore Lindu dan bersama LSM KUN juga melakukan penanganan medis korban di posko pengungsian di Desa Tufa Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi".
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KLHK Lantik Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
19 October 2018, 21:49
KLHK Lantik Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
“Dengan cara itu, kita bisa membangun keterpaduan, keintegrasian, memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan nasional".
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Menteri LHK Penanganan Global Pencemaran Laut Makin Penting
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
26 October 2018, 13:01
Menteri LHK: Penanganan Global Pencemaran Laut Makin Penting
Dari 108 negara anggota sudah terdaftar 89 negara yang akan hadir dengan sebanyak lebih kurang 300-400 pejabat pemerintah di dunia yang akan hadir.