HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Kurangi Beban Pencemaran Sungai Citarum, KLHK Bangun IPAL dan Ekoriparian

LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
11 February 2019, 07:02
Kurangi Beban Pencemaran Sungai Citarum, KLHK Bangun IPAL dan Ekoriparian
Karawang, (CB) - Pemerintahan Presiden Joko Widodo berkomitmen secara tegas bahwa hutan dan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Perhatian Presiden Joko Widodo terhadap lingkungan, ditegaskan konkrit dalam Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Presiden Joko Widodo bertekad, Sungai Citarum harus menjadi contoh untuk pengendalian DAS, perbaikan mutu air dari sungai, dan perbaikan kehidupan masyarakat. "Bapak Presiden Joko Widodo memberikan target dalam tujuh tahun sudah terlihat hasilnya. Secara pararel, hal ini pun akan diterapkan di DAS yang lain," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, saat meresmikan Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) Wetland Biocord dan Pencanangan Ekoriparian Citarum-Karawang, di Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

KLHK juga mengambil peran dalam kegiatan pengelolan sungai ini dengan melakukan rehabilitasi hutan besar-besaran, yakni 10 kali lipat dibanding rata-rata tiap tahun. Di daerah hulu, KLHK akan melakukan rehabilitasi lahan kritis seluas 5900 hektar, dan secara nasional tahun 2019 ini akan dilakukan rehabilitasi lahan kritis seluas 207.000 hektar.

Untuk mengendalikan pencemaran, KLHK sudah menetapkan daya tampung beban pencemaran Sungai Citarum. Kapasitas sungai ini hanya mampu menampung beban pencemaran air limbah sebesar 127,44 ton per hari. Sementara saat ini, limbah yang dibuang sebesar 430,99 ton per hari. “Perbaikan kualitas air sungai sudah sangat urgent untuk dilakukan. Perbaikan dilakukan melalui penataan regulasi, pembenahan pemanfaatan ruang, pengamanan daerah hulu sebagai daerah tangkapan air, pembinaan dan fasilitasi masyarakat industri, pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan limbah dan sampah serta pendidikan lingkungan bagi masyarakat”, jelas Menteri Siti dalam sambutannya.

Menteri Siti juga menyatakan kekhawatirannya karena persoalan lingkungan ini sebelumnya terlalu lama dibiarkan. Oleh karena itu, persoalan ini juga memerlukan solusi integratif antar sektor. "Saya akan bicara dengan Menteri PUPR, dan Menteri BUMN. Karena BUMN dan swasta juga memiliki perhatian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, perlu diselaraskan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada," lanjut Menteri Siti.

Pembangunan (IPAL) Wetland-Biocord ini merupakan upaya penurunan beban pencemaran dari air limbah yang berasal dari kegiatan mandi dan cuci warga (grey water) yang selama ini dibuang langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Sedangkan Ekoriparian adalah kawasan wisata di pinggir sungai dengan konsep edukasi lingkungan.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) MR. Karliansyah, menyampaikan fasilitas yang sudah dibangun saat ini adalah saung kompos dan jembatan penghubung antara Zona 1 dan Zona 2. Selain terdapat sarana pengolahan air limbah rumah tangga yang menggunakan wetland serta biocord. Aktivitas lain di Ekoriparian Teluk Jambe diantaranya penanaman tanaman obat keluarga, penanaman pohon endemik, penanaman arboretum bambu, dan budidaya tanaman hidroponik.

Pada kesempatan tersebut, Karliansyah menegaskan masyarakat sebagai ujung tombak dalam peningkatan kualitas air sungai. Masyarakat berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan mengembangkan Ekoriparian Citarum Karawang ini secara berkelanjutan. "Peran aktif masyarakat ini, terwujud berkat komunitas sungai sebagai pilar yang bergerak aktif mengajak, mengedukasi dan memberdayakan masyarakat sangat penting perannya dengan dimotori oleh Sahabat Lingkungan Citarum," ujar Karliansyah Dirjen.

Direktur Pelaksana KSM Sahabat Lingkungan Hendro memiliki harapan besar terhadap kegiatan ini. "Ada kebanggaan di Bandung dengan Teras Cikapundung. Maka bagi kami, ini adalah kebanggaan kami. Ini adalah Teras Teluk Jambe," kata Hendro.

Diharapkan, keberadaan Ekoriparian dan fasilitas IPAL ini, dapat dimanfaatkan bersama para pemangku kepentingan dalam mendukung aksi nyata kerja bersama dalam perbaikan kualitas air.

Turut hadir pada kegiatan ini jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama KLHK, Bupati Karawang, Komandan Kodim 0604 Karawang, Tim Pengendalian Pencemaran Citarum, KSM Sahabat Lingkungan, dan masyarakat sekitar. SO
Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
18 October 2018, 15:35
Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
Setelah berjibaku selama 6 hari, akhirnya api dapat dipadamkan pada 17 Oktober 2018. Dan estimasi luas hutan yang terbakar kurang lebih 50 hektar dengan tegakan mayoritas berupa cemara gunung (Casuarina junghuniana).
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Manggala Agni Bantu Penanganan Bencana di Palu Donggala dan Sigi
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
19 October 2018, 19:31
Manggala Agni Bantu Penanganan Bencana di Palu, Donggala, dan Sigi
“Manggala Agni bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat dalam melakukan distribusi bahan makanan ke posko-posko pengungsian di Desa Sada Unta, Lore Lindu dan bersama LSM KUN juga melakukan penanganan medis korban di posko pengungsian di Desa Tufa Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi".
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KLHK Lantik Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
19 October 2018, 21:49
KLHK Lantik Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
“Dengan cara itu, kita bisa membangun keterpaduan, keintegrasian, memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan nasional".
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Menteri LHK Penanganan Global Pencemaran Laut Makin Penting
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
26 October 2018, 13:01
Menteri LHK: Penanganan Global Pencemaran Laut Makin Penting
Dari 108 negara anggota sudah terdaftar 89 negara yang akan hadir dengan sebanyak lebih kurang 300-400 pejabat pemerintah di dunia yang akan hadir.