HEADLINE NEWS
Kian Menjanjikan, Milenial hingga Artis Meraup Untung dari Bisnis Pertanian >>> Maslahat Kepada Umat, MUI Dukung Program Pertanian Kementan >>> Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan >>> Kementan Dukung Jabar Ekspor Ubi Jalar ke Hongkong >>> Gubernur Jabar Ridwan Kamil Lepas Ekspor 30 ton Ubi Jalar ke Hongkong >>> Atasi Anjloknya Harga, Penyuluh Karangploso Olah Cabai Jadi Produk Olahan >>> Petani Bogor Panen Padi Organik, Kementan Dorong Korporasi Pertanian >>> Mentan Syahrul Buka Musyawarah Nasional Aspphami >>> DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon 1 Kementan >>> Kabupaten Touna Sukses Ekspor Jagung, Kementan Dorong Kembangkan Korporasi Pertanian >>> Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek >>> Komisi IV DPR RI Dorong Kementan Jamin Ketersediaan Bibit Unggul di Seluruh Indonesia >>> Guru Besar UGM Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan Pertanian >>> Bupati Sebut Proyek Food Estate Peluang Besar Untuk Masyarakat Humbahas >>> Mentan SYL Serius Garap Food Estate di Pulang Pisau, Kalteng >>> Masyarakat dan Mahasiswa Kalteng Dukung Program Food Estate >>> IKA Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Jabodetabek Arifin Tasrif Dukung Kementan Dalam Penyediaan Pangan Serta Peningkatan Devisa Negara di Tengah Pandemi Covid-19 >>> Presiden Jokowi) Meminta Masyarakat Indonesia Menerapkan Budaya Tidak Membuang Makanan (Food Waste) >>> Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak: Kinerja Ekspor Pertanian Pada Periode Agustus 2020 Mengalami Peningkatan Menjadi USD 2,4 Miliar Dibanding Tahun 2019 Yang Hanya USD 2,2 Miliar >>> Warso Farm Siap Kembangkan 13 Hektar Lahan Buah Naga dan Durian
Banner Banner Detail Atas
Banner Banner Detail Kanan

Industri Kehutanan Bantu Jaga Keanekaragaman Hayati

LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
10 December 2019, 16:03
Industri Kehutanan Bantu Jaga Keanekaragaman Hayati
Jakarta, (CB) - Industri kehutanan mendukung upaya melindungi dan meningkatkan kelestarian flora dan fauna. Caranya dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial dan konservasi.

“Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk konservasi termasuk pelaku usaha sangat strategis, penting, dan mendesak, terutama di Sumatera dan Kalimantan,” kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSADE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/12/2019).

Dia menjelaskan, Indonesia telah mengalokasikan kawasan konservasi yang sangat luas, mencapai 27,14 juta hektare, dimana terdapat sekitar 6.203 desa yang berbatasan langsung, dengan sedikitnya 9,5 juta jiwa yang hidup di dalam dan sekitar kawasan tersebut. "Di sisi lain, masih banyak potensi flora dan fauna yang dilindungi berada di luar kawasan konservasi tersebut. Misalnya, sekitar 70% mamalia besar yang dilindungi, di Sumatera dan Kalimantan berada di luar kawasan konservasi," kata dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, kegiatan konservasi tidak bisa dibatasi hanya di kawasan konservasi saja. Perlu menjalankan program konservasi in-situ atau di dalam habitat maupun ex-situ atau di luar habitatnya. Konservasi keanekaragaman hayati memerlukan kombinasi in-situ dan ex-situ. Sebagai contoh konservasi badak sumatera dengan program Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) di TN Way Kambas, telah berhasil melakukan breeding, dan akan dibangun sanctuary badak baru, misalnya di TN Gunung Leuser.

Direktorat Jenderal KSDAE, melalui Balai TN dan Balai KSDA terus melakukan pengamanan kawasan dengan model Smart Patrol. Kegiatan patroli ini dilakukan selama 10-15 hari/bulan di dalam kawasan konservasi bersama mitra-mitra kunci, untuk melakukan monitoring, pemasangan camera dan atau video trap, membersihkan jerat, mencegah konflik satwa liar-manusia, rescue satwa-satwa yang terkena jerat atau terluka karena diburu. "Kami juga terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku perburuhan satwa liar, dan saat ini kami terus mendapatkan dukungan yang kuat dari Direktorat Gakkum KLHK beserta jajaran di Kepolisian, Pengadilan, dan Kejaksaan di semua level, dalam memproses hukum terhadap pemburu dan pedagang satwa liar," ujar Wiratno.

Keberhasilan konservasi insitu dan exsitu dapat dilihat di Pusat Rehabilitasi elang jawa di CA Kamojang bekerjasama dengan Pertamina Geothermal, dan monitoring secara kontinyu pada habitatnya, sehingga diprediksi populasinya meningkat. Sedangkan keberhasilan konservasi badak Jawa di TN Ujung Kulon ditandai dengan lahirnya 4 individu badak (2 jantan dan 2 betina) pada tahun 2018 dan 4 individu badak (2 betina, 1 jantan, 1 individu belum diketahui). Keberhasilan konservasi ex-situ juga dibuktikan pada keberhasilan penangkaran jalak Bali yang saat ini telah ratusan ekor berhasil dikembalikan ke kawasan TN Bali Barat.

"Kami tidak bisa sendiri. Kami akan terus berupaya membangun kolaborasi yang lebih intensif dg semua pihak, swasta, universitas, perguruan tinggi, pakar, LSM, aktivis, generasi muda milenial, pemerintah daerah, dan media massa, dalam upaya mitigasi dan adaptasi dalam rangka melestarikan satwa liar kebanggaan Indonesia dan dunia," tegas Wiratno. ***


Banner Banner List Kiri 1
RECENT POST
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
18 October 2018, 15:35
Tim RKW Bergerak Cepat Tanggulangi Kebakaran Hutan di Probolinggo
Setelah berjibaku selama 6 hari, akhirnya api dapat dipadamkan pada 17 Oktober 2018. Dan estimasi luas hutan yang terbakar kurang lebih 50 hektar dengan tegakan mayoritas berupa cemara gunung (Casuarina junghuniana).
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Manggala Agni Bantu Penanganan Bencana di Palu Donggala dan Sigi
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
19 October 2018, 19:31
Manggala Agni Bantu Penanganan Bencana di Palu, Donggala, dan Sigi
“Manggala Agni bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat dalam melakukan distribusi bahan makanan ke posko-posko pengungsian di Desa Sada Unta, Lore Lindu dan bersama LSM KUN juga melakukan penanganan medis korban di posko pengungsian di Desa Tufa Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi".
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KLHK Lantik Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
19 October 2018, 21:49
KLHK Lantik Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
“Dengan cara itu, kita bisa membangun keterpaduan, keintegrasian, memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan nasional".
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Menteri LHK Penanganan Global Pencemaran Laut Makin Penting
LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
26 October 2018, 13:01
Menteri LHK: Penanganan Global Pencemaran Laut Makin Penting
Dari 108 negara anggota sudah terdaftar 89 negara yang akan hadir dengan sebanyak lebih kurang 300-400 pejabat pemerintah di dunia yang akan hadir.